Perbedaan itu Indah, Hargai-lah !!!!

Sebuah pengalaman yang sangat berharga, yang mungkin bagi orang lain ini adalah hal biasa.  Namun bagiku ini adalah pengalaman luar biasa.  Kenapa luar biasa? Ini cerita antara aku dengan si A.  Aku banyak mengambil pelajaran dari setiap kejadian walaupun aku mengalami kesulitan untuk menjadi pribadi yang lebih memahaminya.  Aku sampai sekarang merasa belum banyak memahami apa yang menjadi maunya.  Aku sudah berusaha menempatkan diri dan melakukan seperti yang mereka nasehatkan padaku.  Mungkin sobat akan berfikir bahwa aku tidak melangkah dan berusaha untuk mencari jalan keluar.  Kalau boleh aku katakan, aku sudah melakukan itu, namun mungkin jalan yang dilalui memang belum ampuh untuk mengatasi cerita yang aku alami ini.  Sobat, ini cerita singkatku.

Awal aku datang di daerah X, banyak yang bilang kalau si A adalah orangnya begini begitu. Pembicaan itu tidak kutanggapi serius, yaa sambil lalu saja.  Yang kuingat adalah aku selalu berfikir positif bahwa si A adalah orang yang baik, apapun berita diluar sana maupun apa yang dia lakukan kepadaku.  Hari per hari intensitas pertemuanku dengannya semakin dekat.  Aku tidak menyadari bahwa dia adalah orang yang sangat perfeksionis, ‘saklek’, dan detil dalam hal apapun.  Sifat itu sangat berbeda denganku yang cenderung fleksibel, simpel, dan mentoleransi perbedaan.  Prinsip yang kupegang adalah apapun yang terjadi, pasti ada perbedaan dan perbedaan itu indah bila kita saling melengkapi dan memahami.  Menurutku, jika salah diluruskan dan jika benar ditingkatkan lagi untuk sempurna. Kuakui, aku tidak cepat menangkap perbedaan yang sangat jauh tersebut, malah justru sikapku seperti melawan apa yang jadi kemauannya dan aku berjalan sesuai dengan kemauanku. Padahal sebenarnya aku tidak terlalu memikirkan perbedaan itu. Life must go on🙂

Aku tidak mengerti apakah dia sudah berusaha sangat keras untuk memahamiku ataukah aku yang tidak bisa mengikuti alur pemikirannya.  Pepatah mengatakan ‘Jangan engkau samakan ukuran sepatumu dengan sepatunya’, artinya jangan memaksakan orang lain mengikuti apa yang jadi kemauan kita.  Nah sekarang yang jadi ceritaku adalah…. Aku sulit mengikuti apa yang jadi kemauannya dan dia bersikeras memintaku untuk mengikuti apa maunya.  Dari situ sudah dapat ditarik kesimpulan… Kita sulit bersatu dan butuh energi ektra untuk saling memahami perbedaan…

Aku tahu, ini tidak baik untukku dan untuknya..  Hingga saat ini aku terus berusaha bersikap biasa-biasa saja, walaupun sulit kulakukan untuk saat ini.  Aku juga tidak bisa berpura-pura menjadi pribadi yang didepannya setuju dengannya namun dibelakang punya cerita lain.  Aku ga bisa lakukan itu.  Seharusnya aku bisa memahaminya, sama seperti orang lain yang ‘kelihatannya’ juga memahaminya.  Banyak hal-hal yang sangat berselisih paham antara aku dengannya.  Kalau dariku berfikir, wajar saja adanya perbedaan, karena Allah menciptakan mahkluknya berbangsa-bangsa, bersuku-suku, dan berbahasa untuk saling mengenal dan memahami satu sama lain.  Aku berharap kejadian yang sudah terjadi tidak terulang kembali, cukup sampai di sini dan detik ini.

Dari kejadian demi kejadian ini membuatku bersikap dan mengambil pelajaran. Mudah-mudahan apa yang baik darinya bisa menjadi teladan untukku dan yang tidak baik menjadi pengingat kalau aku tidak boleh melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan padaku.  Dari kejadian ini juga aku lebih memperhatikan orang-orang yang memang peduli padaku, tulus dari hatinya dan aku lebih nyaman bersama mereka.  Rasa humanioraku juga lebih peka dan rasa sayang juga kudapatkan dari orang-orang baik di sekitarku.  Biarlah perbedaan tetap ada, mudah-mudahan menjadi jalan untuk kami lebih memahami dan menyayangi orang-orang di sekitar kami. In sya Allah tak ada rasa benci atau penyakit hatiku kepadamu, malah justru aku peduli dan lebih menyanyangimu.  Aku percaya orang yang mudah meluapkan emosi negatif disebabkan karena 2 hal, yaitu orang yang tidak mensyukuri kebahagiaan yang didapatnya atau orang yang tidak bahagia bila orang lain bahagia.  Aku ingin meredam emosiku, melembutkan sikapku, dan menyayangi setiap insan karena Allah.

Aku ingin menghargai perbedaan dan berbagi dalam hal kebaikan, dengan senyum dan keikhlasan.  Tidak terlambat untuk memulai hal yang baik dan merangkul saudara, karena harus diakui bahwa setiap insan pasti punya dosa.. Lalu, apakah dengan ketidaksempurnaan kita membuat kita jadi merasa paling baik di sisi Allah? Tentu jawabannya adalah TIDAK!!!!

Ayo sobat, saling merangkullah, kita gak ada yang tinggi atau rendah, kita semua sama di hadapanNya.  Yang membedakan hanya ketakwaan kita kepada Allah.  Itupun kita tak dapat mengukurnya karena hanya Allah yang Maha Mengetahui.  Bila saat ini engkau menjadi pemimpin bagi yang lain, itu hanya di dunia.  Di akherat masih ada kehidupan lain yang lebih kekal.  Ada pertanggungjawaban yang lebih besar dari sekedar memimpin.  Ya Allah, lembutkan hati kami, izinkan kami memanfaatkan kesempatan emas yang Engkau berikan kepada kami untuk lebih bersyukur dan menerima segala perbedaan yang Engkau ciptakan kepada kami.. Jadikan kami pemimpin untuk diri kami dan merangkul saudara-saudara kami yang fakir terhadap nikmat dan anugerahMu.. Jadikan kami menjadi hamba yang pandai bersyukur atas segala nikmat, berkah, anugerah, dan kemurahan yang Engkau berikan kepada kami..

Aamiin…

20131011_113643

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s