Oil Palm

REVIEW BUKU

OIL PALM,

MANAGEMENT FOR LARGE AND SUSTAINABLE YIELDS

EDITED BY THOMAS FAIRHURST AND ROLF HȀRDTER


BAB I

PENDAHULUAN

Rolf Härdter

International Potash Institute, c/o K+S KALI GmbH, Bertha-von-Suttner-Str.7, 34131 Kassel, Germany. Fax: +49561 9301 1416, E-mail: rolf.haerdter@kali-gmbh.com

Thomas Fairhurst

Potash & Phophate Institute/ Potash & Phospate Institute of Canada – East & Southeast Asia Programs, 126 Watten Estate Road, Singapore 287599.  E-mail : tfairhurst@eseap.org

LATAR BELAKANG

Kelapa sawit (Elaeis guineensis) telah mencapai sekitar 5.5 juta hektar di Asia Tenggara.  Tanaman ini membutuhkan nutrisi dan lahan yang luas dalam penanamannya, sehingga konsumsi nutrisi dan pupuk mineral yang dibutuhkan juga semakin banyak.  Secara alami, kondisi geografis di Asia Tenggara tersedia unsur nitrogen (N) yang cukup, namun unsur yang lain seperti potassium (K) dan magnesium (Mg) perlu ditambahkan.  Hanya sedikit proporsi dari total nutrisi yang diambil di pohon dan minyak inti yang merupakan produk ekonomi dari kelapa sawit.  Namun, nutrisi yang tidak digunakan oleh tanaman, didaur ulang menjadi kompos dari palm oil mill effluent (POME) dan tandan kosong.

Banyak pengetahuan yang telah terakumulasi lebih dari 30 tahun melalui penelitian dan pengembangan di perkebunan besar sejauh kemampuan sumber daya manusianya.  Tujuan kami adalah memperbaiki buletin (Ng 1972; von Uexkull and Fairhurst 1991) untuk meningkatkan pengetahuan peneliti, pakar, konsultan, manager, dan pengembang dengan ‘cita rasa seni’ pengetahuan terhadap pengetahuan terbaru yang relevan terhadap managemen nutrisi kelapa sawit.


PERMINTAAN DAN PENAWARAN MINYAK NABATI

            Pertumbuhan populasi dan perkembangan ekonomi dunia  adalah dua faktor yang mengendalikan peningkatan permintaan global terhadap minyak nabati.  Konsumsi minyak dan lemak per kapita lebih kecil dibandingkan batas yang direkomendasikan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) di banyak negara berkembang dimana pertumbuhan populasi dan peningkatan pendapatan akan menghasilkan permintaan yang lebih tinggi pada abad 21.

Disamping itu, penawaran terhadap minyak dan lemak untuk peningkatan pertumbuhan populasi dapat meningkatkan keberkelanjutan lebih dari 20 tahun.  Hampir seluruh pertumbuhan produksi telah berkontribusi terhadap minyak nabati, selain minyak dan lemak hewani yang tetap pada periode yang sama.  Tahun 1994 hingga 2001, produksi sawit dan minyak inti meningkat secara berurutan 63% dan 54%; dan meningkat lebih besar dari minyak nabati yang lain, seperti kedelai (6%).

PERLUASAN LAHAN DAN PRODUKTIVITAS

Kelapa sawit berasal dari Afrika Barat, namun Asia Tenggara menjadi produsen terbesar.  Perbedaan terbesar selama tujuh tahun terakhir terjadi di Malaysia (8.5% per tahun) dan Indonesia (16.9% per tahun) dan kedua negara ini memproduksi kelapa sawit dunia lebih dari 80%.  Malaysia menempati posisi pertama di pasar dunia kelapa sawit dan hanya dapat diganti oleh Indonesia di masa mendatang.  Produksi minyak sawit Indonesia unggul selama tujuh tahun dari 1994 hingga 2001, yang kemungkinan disebabkan oleh kondisi iklim dan tanah yang cocok untuk pengembangan kelapa sawit selama periode itu.

Kelapa sawit menghendaki daerah 10° lintang utara dan 10° lintang selatan dari garis ekuator karena tanaman ini bergantung pada iklim.  Kelapa sawit cocok di tanam di Thailand, Malaysia, dan Sumatera, Kalimantan, serta Papua Nugini.

Pemulia tanaman terus-menerus memperbaiki potensi hasil kelapa sawit menggunakan tetua dura dan pisifera unggul melalui program pemuliaan konvensional dan perbanyakan klon kelapa sawit dari individu elit melalui program kultur jaringan.

 

ASPEK EKOLOGI PRODUKSI

Kelapa sawit merupakan tanaman ideal dalam mengubah Photosynthetically active radiation (PAR) menjadi biomassa dalam penggunaan faktor pertumbuhan (sinar matahari, kelembaban) dan input produksi (pupuk dan produk lainnya).  Ketika tanaman kelapa sawit ditanam dengan tanaman legum sebagai tanaman penutup tanah, maka tanah dapat terlindungi dari erosi, terdapat suplai bahan organik, dan menjaga temperatur tanah.

PENGEMBANGAN KE DEPAN

            Ekspansi wilayah yang ditanami dengan tanaman sayuran dibatasi oleh persyaratan untuk melestarikan sisa lahan (hutan, lahan basah) dan kelangkaan lahan belum ditempati oleh para petani dan masyarakat adat. Jadi, seperti tanaman lain, ada kebutuhan untuk mencari cara yang paling efisien terhadap produksi dan tingkat produktivitas yang tinggi, ada upaya untuk meminimalkan potensi dampak negatif kerusakan lingkungan yang lebih luas. Hasil kelapa sawit dapat digunakan untuk menghasilkan sejumlah minyak dari tanaman minyak nabati lainnya.

Produktivitas kelapa sawit di Asia Tenggara selama dua dekade terakhir ini mengalami keterlambatan.  Sebaliknya untuk komoditas pertanian tertentu, hasil rata-rata sebagian besar telah mengalami stagnasi selama dua puluh tahun lalu dan peningkatan produksi kelapa sawit terutama dilihat dari penambahan wilayah yang ditanami.  Sebagai contoh, lahan produksi di Indonesia dan Malaysia mengalami peningkatan lebih dari 20 tahun yang lalu, namun Thailand dan Papua Nugini masih di bawah luas lahan Indonesia dan Malaysia.  Tetapi, hanya Thailand yang masih mampu meningkatkan produksi minyak sawit di saat Indonesia dan Malaysia stagnasi dan Papua Nugini mengalami penurunan.  Hal ini disebabkan karena Thailand berada pada wilayah yang sesuai dengan pertumbuhan kelapa sawit.  Stagnasi Indonesia dan Malaysia disebabkan karena ekspansi area dengan tingkat kesuburan tanah yang rendah dan proporsi tanaman belum menghasilkan yang lebih besar.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka perlu dilakukan seleksi lahan yang ketat dengan tetap memperhatikan fungsi ekologi, penggunaan bahan tanam yang berkualitas, sistem manajemen lahan yang baik (persiapan, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan), serta efisien dalam penggunaan pupuk yang berkelanjutan.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s